Sabtu, 21 Januari 2012

Film RA-ONE 2011 | Shahrukh Khan

Hai semua! Kali ini krisna akan bagikan film shahrukh khan terbaru. Judulnya Ra One (2011). Temen-temen bisa download film ra one tersebut gratis disini. Di Film yang ber-genre sci-fi tersebut, shahrukh khan ditemani oleh si sexy, Kareena Kapoor. Link download dari mediafire. Penasaran ! Mau ?


Berikut cover dari film ra one (2011) :
Ra One 2011
Bagi yang mau download silahkan buka url berikut ini !
http://www.mediafire.com/?8wi8df6dmoji7
Untuk subtitle indonesia ra one belum tersedia, dikarenakan masih baru gan !! hohoho
Selamat men-Download Film Shahrukh Khan – Ra One (2011).

Film "PUNISHED"

Punished reflects the trend that “kidnapping” is fast replacing “moles” as the premier theme for Hong Kong crime thrillers 

 

HONG KONG — A downbeat thriller with noir undertones, Punished smoothly but glumly chronicles how a kidnapping tailspins into death and doom. Parallels can be drawn with its producer Johnnie To’sVengeance and Park Chan Wook’sSympathy for Mr. Vengeance as a bereaved father goes on the rampage. However, director Law Wing Cheongfails is to elicit sufficient sympathy for him or anyone else. In spite of the title’s moral connotations (the Chinese title means “karma” or “divine retribution”), there is no justifiable payback for a protagonist who is a walking embodiment of hubris. This half-hearted exploration of conscience, aggravated by a pseudo-spiritual ending, will leave audiences rattled.
The film can still expect brisk business with ancillary distributors catering to Asian cineastes who’ll lap up anything bearing the manufacturing stamp of Milkyway Image, To’s production outfit.
Punishedreflects the trend that “kidnapping” is fast replacing “moles” as the premier theme for recent Hong Kong crime thrillers. However, Law’s version delivers slow-brewing meltdown as an alternative to the blazing outbursts of tension characteristic of such recent hits as Connectedand Beast Stalker. His concern is not with cause but effect. Hence, the captive is revealed to be dead from the onset, in an oppressively dark scene where protagonist Wong Ho-Chiu (Anthony Wong) watches the body of his daughter Daisy (Janice Man) being dug up.
Multiple flashbacks then reconstruct events before and after, resulting in an edgy fusion of explosive family drama and hardboiled violence. Wong is a ruthless tycoon and control-freak who materially indulges yet psychologically tyrannizes his family and employees. Only coke-junkie Daisy defies him. Thus, he’s informed of her abduction right after they had a row, he suspects she’s staged it.
Chor (Richie Ren), Wong’s bodyguard falls back on his triad roots to serve him. Even though the nature of his troubleshooting changes from sleuthing to enforcing Wong’s bloody vendetta, he exercises equally impersonal, merciless professionalism. Why Chor’s loyalty even overrides his own safety and ethics is a riddle that constitutes the film’s lack of credibility. His testy relationship with his teenage son is too sketchily represented to be a valid parallel for Cheung’s intimacy issues with Daisy.
It is obvious that Law strives to show how brutality and revenge backfire on the perpetrator. But Wong’s over-controlled and under-heated performance does not convey profound suffering or guilt. That he watches Chor maim or kill on his i-phone without dirtying his hands only reinforces his hypocrisy, and the dubious sense that the rich and powerful can get away with anything. Even a dramatic turning point toward the end of Fung Chih-chiang and Lam Fung’s screenplay doesn’t figure strongly enough as either self-awakening or atonement. Instead, he enjoys a cathartic, self-purifying experience at the end in a mystical scene by a Bolivian lake.
As wayward Daisy, Janice imbues the limited scenes she is in with firebrand intensity. As her conciliatory stepmother, Maggie Cheung maintains enough poise and a certain mystery that helps sustain the suspense.
Not only is really graphic violence banished off screen, conventional action film setups like car chases or high altitude acrobatics are kept to a minimum. Yet the film moves along briskly with an escalating sense of dread and calamity, thanks to the dark, moody score and the overall slick technical package.

Venue: Hong Kong Film Festival
Sales: Media Asia Distribution Ltd.
Production: Milkyway Image (HK) Ltd.
Cast: Anthony Wong, Richie Ren, Janice Man, Maggie Cheung, Lam Lee, Charlie Cho
Director: Law Wing Cheong
Screenwriters: Fung Chih-chiang, Lam Fung
Producer: Johnnie To
Executive producer: John Chong
Director of photography: Ko Chiu-lam
Production designer: Raymond Chan
Music: Guy Zerafa, Dave Klotz
Costume designer: Steven Tsang
Editors: David Richardson, Pang Ching-hei
No rating, 94 minutes

Download Film ABDUCTION


Taylor Keteteran Melepaskan Sosok  Manusia Srigala
Ketika saya melihat posetr film Abduction yang terpampang wajah Taylor Lautner, saya jadi penasaran seperti apa acting si actor berbadan besi ini (badannya kenceng banget, kayak besi anti lembek gitu hehehe). Apalagi sekilas saya baca resensinya, sepertinya menarik. Apakah Taylor bisa melepaskan imejnya di Twilight si manusia srigala itu?
Akhirnya saya menonton di mall dekat rumah sumarecon mal serpong (sms). Pada pembukaan film, khas cerita anak remaja penuh dengan gila-gilaan, pesta,mabuk dan tentu wanita. Lalu Taylor yang berperan sebagai Nathan Harper dijemput sang ayah, Kevin (Jason Isaacs) lalu mereka beradut fisik di taman belakang rumah. Kevin mengajarkan bagaimana Nathan yang masih duduk di bangku SMU bisa membela dirinya dengan adu kekuatan. Bisa dibayangkan ayah dan anak ini saling berbaku hantam mulai dari tinju, tending,tonjok,tubruk semua gaya dipertontonkan. Dan sang bunda, Mara (Maria Bello) hanya menonton dari dalam rumah.
Dari sini bisa diambil kesimpulan gaya keluarga ini berbeda karena sang anak babak belur dipukuli ayahnya, sang ibu Cuma nonton sambil geleng-geleng kepala. Hingga cerita bergulir bagaimana kedua orang tua Nathan terlihat selalu mesra. Digambarkan keluarga ini rukun dan damai. Tapi dari sini saya bingung, wajah Taylor selalu sama tanpa ada ekspresi. Hanya matanya yang terlihat tajam, tak ada rasa senang, bahagia, atau apalah.
Di sekolah, Nathan naksir seorang cewek yang juga tetangga rumahnya, Karen (Lilly Collins). Sayang, Karen sudah punya kekasih anak kuliahan. Nathan yang mengagumi Karen hanya bisa memandang dari kejauhan. Mereka mulai dekat lagi ketika diberikan tugas sekolah bersama. Ketika browsing internet, Nathan kaget melihat foto dirinya ketika berusia 3 tahun terpampang di web anak yang diculik. Nathan pun mencoba menghubungi orang yang menangani website tersebut terjadilah chating. Kesalahan anak ABG yakni jujur memberikan informasi yang diminta secara gamblang meski hanya lewat internet.
Ternyata dari sana, keberadaanNathan diketahui melalui satelit. Nathan yang selama ini dicari dan menjadi incaran dikejar. Di sini cerita dimulai. Dua agen mendatangi rumah Nathan yang disambut oleh Mara. Mara dan Kevin ternyata dua agen CIA yang menyamar, jadi nggak heran kalau keduanya jago berkelahi. Tapi saying Nathan harus melihat pemandangan tragis kalau kedua orang tuanya dibunuh dan rumahnya langsung di bom. Nathan dan Karen-yang saat itu datang ke rumah-, kabur dan ditolong oleh psikiater keluarga, dr Bennet (Sigourney Weaver). Ternyata dr Bennet sama dengan Kevin dan Mara yang bertugas melindungi Nathan.
Mafia hingga CIA justru mengincar Nathan yang kabur dan baru menyadari pentingnya ilmu bela diri yang selama ini diberikan ayahnya. Dari sana Nathan juga mengetahui kalau Kevin dan Mara bukan orang tua kandungnya. Tapi Lorena dan Martin, dua agen yang pernah mencuri informasi penting yang dimiliki oleh seorang mafia.
Ceritanya seru, tapi sayang Taylor dan Lilly kurang mengena dalam hal acting. Taylor belum bisa melepaskan dirinya yang identk dengan manusia srigala di Twilight. Taylor masih sadar diri kalau tubuhnya menjadi pemikat para cewek ABG, di beberapa scene diperlihatkan actor ini mmebuka bajunya. Untuk sebuah hiburan lunayanlah, jangan banyak berharap apapun. Just enjoy it.

part 1
part 2
a young fighter named Kham must go to Australia to retrieve his stolen elephant. With the help of a Thai-born Australian detective, Kham must take on all comers, including a gang led by an evil woman and her two deadly bodyguards.

downloud NAZAR


mempersembahkan sebuah film. Setelah mengawali tahun 2009 lewat film Kirun + Adul dan film terakhir Punk in Love� kali ini film bergenre komedi berjudul Nazar yang sedang dalam proses produksi. Film produksi MVP Pictures Film Nazar sendiri menceritakan tentang seorang mahasiswi bernama Cindy (Jessica Iskandar) bersama kedua temannya Dhea (Renata Kusmanto), dan Rani (Adelia Rasya). Cindy mengucapkan nazar bahwa kalau ia bisa memenangkan mobil mewah dalam kupon undian yang ia isi, maka ia akan menikahi Jajat (Ytonk Club 80s), seorang tukang ketoprak yang ada di dekat mereka.

“Saya pilih tema nazar karena anak muda sekarang sangat mudah untuk mengucapkan sebuah janji tanpa tahu sebuah konsekuensi dari ucapannya,” ucap pria yang sebelumnya pernah menyutradarai film Liburan Seru dan film Suami-Suami Takut Istri ini. Proses produksinya juga bisa dibilang cukup berat, pasalnya syuting dilakukan disaat bulan ramadhan, dan kendala di cuaca dan jarak.

“Alhamdulillah, syuting di daerah Cianjur ini semuanya lancar, paling kendalanya hanya dicuaca yang panas dan jaraknya yang jauh,” ujar sutradara yang kerap disapa bang Sofyan ini saat ditemui di lokasi syuting. Meskipun kendala kadang menghadang, tapi semua itu bisa ditutupi dengan akting para pemain yang tidak diragukan lagi kualitasnya.

Sebut saja 3 gadis cantik siap menghibur anda seperti Jessica Iskandar yang melambung namanya lewat Dealova (2005), yang kali ini kembali dipercaya menjadi bintang utama. Berperan sebagai Cindy, cewek metropolitan yang kerap berprilaku dan berucap seenak hati. Lalu Adelia Rasya yang berperan sebagai Rani, cewek gaul yang hobby nonton film horor lokal. Adelia sendiri sebelumnya sudah pernah membintangi film Kawin Kontrak Lagi (2008) dan Darah Perawan Bulan Madu (2009).

Kemudian sebagai pendatang baru Renata Kusmanto yang nota bene adalah sepupu Mariana Renata. Wanita yang mengawali debut karirnya di dunia hiburan melalui sebuah iklan cream kecantikan ini berperan sebagai Dhea. Adalah sahabat Cindy yang sifatnya bertolak belakang dengan Cindy. Dengan sifatnya yang kalem dan anak mami, disini Dhea bisa dibilang sebagai guardian angel-nya Cindy. Dan film ini dilengkapi dengan penampilan 2 pria yang sudah tidak asing lagi seperti Ben Joshua dan Ytonk Club 80s.

Dalam syuting yang dilakukan Desa Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, Sofyan sempat menuturkan harapannya. “Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima dan terhibur dengan film ini,” kata bang Sofyan sambil tersenyum menutup wawancara film yang yang rencananya tayang 15 Oktober 2009 ini. (eM.Yu)


PEMASARAN PELAYANAN KESEHATAN

MANAJEMEN PEMASARAN

Semua organisasi, baik berorientasi profit maupun not-for-profit, harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan konsumen bila ingin tetap dapat beroperasi dan sukses. Kemampuan organisasi dalam menentukan siapa yang menjadi konsumen dari produk/jasa yang dihasilkan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi. Berikutnya barulah organisasi dapat memfokuskan diri untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, cara-cara memenuhi kebutuhan itu dan akhirnya mengusahakan konsumen untuk tetap mengkonsumsi produk/jasa yang ditawarkan perusahaan. Di samping itu, organisasi harus memiliki kemampuan pula untuk menyampaikan informasi kepada konsumen bahwa mereka telah menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Di sinilah fungsi pemasaran (marketing) menonjol. Ia menjadi (hub) penghubung antara organisasi dan konsumen. Lebih jauh lagi, fungsi ini  dapat  diberdayakan untuk  mendukung suatu  gagasan dan  mendidik konsumen (Boone&Kurzt, 234).
The American Marketing Association mendefinisikan Marketing (management) sebagai the process of planning and executing the conception, pricing, promotion, and distribution of ideas, goods, and services to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives. Proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan pendistribusian gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi tujuan individu dan organisasi. Pertukaran dalam konteks ini dimaksudkan sebagai sebuah proses dimana dua atau lebih  pihak  saling  mempertukarkan  sesuatu  yang  memiliki  nilai  sehingga  pada akhirnya mereka merasa lebih baik setelah melakukan proses ini. Philip Kotler sendiri mendefiniskan  marketing  management  sebagai “the  art  and  science  of  choosing target markets and getting, keeping, and growing customers through creating, delivering, and communicating superior customer values. (Seni dan ilmu di dalam memilih pasar sasaran dan mendapatkan, memelihara dan mengembangkan para pelanggan melalui proses penciptaan, penyampaian dan pengkomunikasian nilai pelanggan yang lebih baik.

Konsep-konsep Pemasaran
Pemasaran dapat lebih mudah dipahami dengan mengerti beberapa elemen inti dari
pemasaran. Secara konseptual, pemasaran merupakan sebuah falsafah bisnis yang menyadari pentingnya keterlibatan  seluruh          elemen organisasi dalam\ proses pemenuhan kebutuhan.dan keinginan konsumen sekaligus memenuhi tujuan-tujuan organisasi.
Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengaplikasikan konsepsi pemasaran:
1. Menggali informasi mengenai pasar, potensial maupun aktual. Sudah tersediakah barang/jasa yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar? Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kemampuan produknya untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen?
2.   Merancang dan mengembangkan program pemasaran
a.   menyediakan   produk    yang   mampu    memuaskan
kebutuhan              dan keinginan konsumen
b.   menetapkan harga produk yang dapat diterima oleh pasar
c.   mengkomunikasikan  produk  kepada  konsumen untuk memposisikan produk di pikiran konsumen
d.   memberikan jaminan bahwa konsumen dapat memperoleh produk di saat yang tepat dan di tempat yang tepat pula.

3.   Mengevaluasi melalui proses penggalian informasi mengenai erektivitas program-program pemasaran perusahaan.

Aktivitas-aktivitas  pemasaran  seharusnya dilaksanakan  dengan  mempertimbangkan efisiensi, efektivitas, dan tanggung jawab sosial pemasaran. Di dalam khasanah pemasaran terdapat lima konsep yang mendasari aktivitas pemasaran perusahaan: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, dan konsep pemasaran sosial.

Konsep Produksi:
Konsep produksi  meyakini bahwa  konsumen akan lebih menyukai produk-produk
yang tersedia di mana-mana dan dengan harga murah. (The production concept holds that consumers will prefer products that are widely available and inexpensive.)

Konsep Produk
Konsep produk meyakini bahwa konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang
menawarkan kualitas yang baik, kinerja, atau fitur-fitur yang inovatif. (The product concept holds that consumers will favor those products that offer the most quality, performance, or innovative features.)

Konsep Penjualan
Konsep penjualan meyakini bahwa bila konsumen dan pelaku bisnis dibiarkan saja,
maka mereka tidak akan membeli dalam jumlah yang memadai produk-produk perusahaan.  Perusahaan  haruslah  melakukan  usaha  penjualan  dan  promosi  yang agresif. (The selling concept holds that consumers and businesses, if left alone, will ordinarily not buy enough of the organizations products. The organization must, therefore, undertake an aggressive selling and promotion effort.)

Konsep Pemasaran
Konsep  pemasaran  meyakini  bahwa  kunci  untuk  mencapai  tujuan  perusahaan
mencakup usaha perusahaan untuk menjadi lebih efektif daripada para pesaingnya dalam  hal  menciptakan,  menyampaikan,  dan  mengkomunikasikan  kepada  pasar sasaran yang ditetapkan nilai manfaat bagi konsumen (The marketing concept holds that the key to achieving its organizational goals consists of the company being more effective than competitors in creating, delivering, and communicating customer value to its chosen target markets.)

Konsep Pemasaran Sosial
Konsep  pemasaran  sosial  meyakini  bahwa  tugas  perusahaan  adalah  menetapkan
kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada para pesaing dengan cara-cara yang  menjaga  atau  meningkatkan  kesejahteraan  konsumen  dan  masyarakat. (The social Marketing concept holds that the organizations task is to determine the needs, wants, and interests of target markets and to deliver the desired satisfactions more effectively and efficiently than competitors in a way that preserves or enhances the consumers and the society’s well-being.)










PRODUCTS




NEEDS
& WANTS








MARKET



MARKETING CORE CONCEPTS







VALUES, SATISFACTION



EXCHANGE

ELEMEN INTI PEMASARAN
1.   Pasar
Banyak cara orang mendefinisikan konsep pasar. Pasar di sini  dimaksudkan sebagai       sekelompok               individu/organisasi                           yang   memiliki    kebutuhan   dan keinginan yang ingin dipuaskan dengan disertai daya beli serta memiliki kemauan untuk membelanjakan daya beli itu. Konsekuensi dari definisi itu, kita dapat menggolongkan pasar ke dalam dua kategori, pasar konsumen dan pasar industri. Pasar konsumen merujuk pada individu-individu yang membeli produk perusahaan untuk dikonsumsi sendiri. Sementara pasar industri, organisasi  membeli  suatu  produk  untuk  dijual  kembali  atau  digunakan  di dalam proses operasi yang nantinya juga akan dijual kepada konsumen.
Dalam usahanya menawarkan produk kepada pasar, perusahaan harus menyadari bahwa tidaklah mungkin semua orang akan menyukai satu produk tertentu. Tidak semua orang sama-sama menyukai softdrink, kamar hotel, restoran, mobil, universitas dan lain sebagainya. Ketidak samaan ini muncul dari berbagai alasan, yaitu perbedaan lingkungan geografis (seperti wilayah negara, provinsi, kabupaten atau perkotaan dan pedesaan, demografi (seperti jenis kelamin, usia, tingkat penghasilan, ukuran keluarga dan tingkat pendidikan), psikografi (seperti gaya hidup, kepribadian dan nilai), dan perilakunya (seperti kesempatan khusus, manfaat khusus, status pemakai, dan tngkat pemakaian). Perbedaan-perbedaan ini perlu penanganan yang spesifik bila perusahaan ingin berhasil. Konsep penanganan ini membawa kita pada istilah Market Segmentation (segmentasi pasar). Segmen pasar adalah suatu kumpulan  besar  dari  pasar  yang  memiliki  kesamaan  keinginan,  daya  beli, lokasi geografis, sikap pembelian, atau kebiasaan membeli.

Segmen manfaat
Demografi
Perilaku
Psikografi
Merk pilihan
Ekonomis (murah)
Pria
Pengguna
berat
Otonomi tinggi,
orientasi nilai
Merek-merek
dalam promosi penjualan
Medicinal
(perlindungan kerusakan)
Keluarga
besar
Pengguna
berat
Hypochondriac,
konservatif
Crest
Kosmetik (gigi
cemerlang)
Remaja
Perokok
Rasa sosial tinggi,
aktif
Maclean’s,
Ultra Brite
Rasa (Rasa enak)
Anak-anak
Orang suka
pepermint
Keterlibatan diri
tinggi, hedonistik
Colgate, Aim

Haruslah diingat oleh para pemasar bahwa tidak semua segmentasi di atas dapat diterapkan begitu saja dalam proses pemasaran. Pemasar sebaiknya mempertimbangkan hal-hal ini agar segmentasinya bermanfaat.
a.   dapat diukur (measurable): jumlahnya, daya beli
b.   cukup besar jumlahnya sehingga dapat menguntungkan (substantial)
c.   dapat diakses dan dilayani (accessible)
d.   dapat dibedakan (differentiable)
e.   dapat diaplikasikan (actionable), program yang efektif dapat disusun untuk menarik dan melayani segmen itu.
Dalam realitas pemasaran, para pemasar seringkali menemukan bahwa pasarnya sangatlah beragam setelah dilakukan segmentasi. Untuk memilih segmen mana yang hendak dilayani, Kotler menyarankan ada lima pilihan, yaitu

(1) konsentrasi pada satu segmen (single segment concentration), (2) Spesialisasi selektif (Selective specialization),
(3) Spesialisasi produk (product specialization), (4) Spesialisasi pasar (Market specialization), dan (5) Peliputan seluruh pasar (full market coverage).

2. PERILAKU PASAR
Perilaku pasar mencerminkan perilaku individu-individu yang ada di dalam suatu
kelompok tertentu. Pola perilaku individu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor personal (usia dan tahapan hidup, kedudukan/jabatan, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri), faktor psikologis (motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan
sikap). Kedua faktor di atas akan menentukan perilaku individu-individu di dalam mengambil keputusan pembelian.  Perilaku pembelian (buying behavior): keputusan dan tindakan orang-orang yang terlibat dalam pembelian dan penggunaan suatu produk.
Ada lima peran yang terlibat di dalam proses pembuatan keputusan pembelian.
a.   Initiator: seseorang yang menyarankan/memunculkan ide untuk membeli sesuatu produk/jasa
b.   Influencer: seseorang yang cara pandang dan gagasannya mempengaruhi keputusan pembelian
c.   Decider: seseorang yang memutuskan komponen dari keputusan pembelian; membeli atau tidak, apa yang mau dibeli, bagaimana membelinya, atau dimana akan dibeli.
d.   Buyer: seseorang yang secara aktual melakukan pembelian
e.   User: seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk/jasa Perilaku pembelian pasar konsumen (consumer buying behavior): keputusan dan tindakan orang-orang yang ditujukan untuk membeli suatu produk untuk digunakan sendiri.
Perilaku pembelian pasar konsumen melalui beberapa tahap keputusan pembelian. Tahap-tahap keputusan pembelian itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kedua hal itu dapat ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.

(gambar)

Mengembangkan strategi pemasaran
Strategi pemasaran (marketing strategy) adalah sebuah rencana yang memungkinkan
perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber dayanya untuk mencapati tujuan pemasaran dan perusahaan.
Isu strategi pemasaran adalah:
1.   Seleksi dan Evaluasi Pasar Sasaran
Pasar sasaran adalah kelompok orang yang dijadikan sasaran dari semua usaha pemasaran perusahaan. Dalam penentuan pasar sasaran perusahaan perlu mempertimbangkan pengaruh pasar sasaran terhadap tingkat penjualan perusahaan, biaya dan laba.
2.   Merancang dan menyusun Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Marketing mix adalah sekumpulan alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran pada pasar sasaran. E.Jerome McCarthy menamai alat-alat pemasaran itu “the four Ps of Marketing. 4P yang dimaksudkan adalah Product (Produk), Price (Harga), Promotion (promosi), dan Place (Tempat).


Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Isu mengenai bauran pemasaran merupakan isu penting yang umumnya mendapatkan porsi yang cukup besar di dalam pembahasan mengenai fungsi pemasaran perusahaan. Guna memahami konsepsi mengenai bauran pemasaran, Bonne and Kurtz
mengatakan: “a blending of the four strategy elements of marketing decision making
– product, price, distribution, and promotion- to satisfy chosen consumer segments”. Mereka lebih memberikan penekanan pada kombinasi di antara elemen-elemen produk, harga, distribusi, dan promosi untuk memuaskan segmen pasar yang telah dipilih. Philip Kotler membuat definisi yang lebih luas dengan penekanan bukan pada kombinasi, melainkan pada penyebutannya sebagai alat, “is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. Konsepsi yang akan digunakan di dalam teks ini adalah seperangkat alat marketing yang terdiri dari kombinasi strategi produk, penetapan harga, saluran distribusi dan promosi yang digunakan perusahaan untuk memuaskan target pasar yang telah ditentukan.

Strategi Produk
Produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat berupa barang ataupun jasa. Ketika perusahaan menawarkan produknya kepada masyarakat, perusahaan harus memiliki keyakinan bahwa produk yang akan diluncurkan itu memang dirancang untuk dapat memuaskan keinginan konsumen. Oleh karena itu, proses merancang sebuah produk, bukan sekedar menyangkut penentuan manfaat apa yang akan dipenuhi, melainkan juga menyangkut keputusan disain produk, nama merek, merek dagang, jaminan, citra produk dan layanan konsumen.

Klasifikasi Produk
Produk dapat diklasifikasi berdasarkan pembeli dan tujuannya. Secara luas produk diklasifikasikan sebagai produk konsumen dan produk industri. Yang pertama adalah produk yang dibeli dengan tujuan untuk dikonsumsi sendiri, sementara yang terakhir membeli produk untuk dijual kembali atau digunakan di dalam proses produksi perusahaan.

Produk Konsumen
1.   Convenience Product: item produk yang seringkali dibeli oleh konsumen secara langsung dan hanya memerlukan sedikit usaha. Misalnya, surat kabar, permen, permen karet, kue-kue, rokok, dan lain sebagainya
2.   Shopping Product: item produk yang dibeli oleh konsumen setelah ia membandingkan produk yang sama di tempat-tempat lain. Misalnya, TV, Komputer, Cell-phone, dan lain sebagainya.
3.   Specialty product: item produk yang dibeli oleh konsumen setelah dia melakukan usaha yang besar untuk menemukan dan mendapatkannya. Konsumen rela melakukan usaha yang lebih keras untuk mendapatkan produk ini. Misalnya, mebel antik, benda-benda pusaka, dan lain sebagainya.
4.   Unsought Product: item produk yang seringkali tidak terpikirkan oleh konsumen untuk membelinya, entah karena ketidak tahuan, atau karena memang tidak ingin. Misalnya produk-produk asuransi, jasa bedah/operasi rumah sakit.

Produk Industri
1.   Capital item

2.   expense item
3.   Installation
4.   Accessory equipment
5.   component parts and materials
6.   Raw materials
7.   Supplies